Lebak, Banten* — Suasana Desa Padasuka, Kecamatan Maja, mendadak memanas. Deru mesin alat berat jenis beko yang hendak memulai pembangunan gedung koperasi desa “Merah Putih” tiba-tiba terhenti. Bukan karena kerusakan teknis, melainkan karena gelombang perlawanan dari Aliansi Pemuda Desa Padasuka yang turun langsung ke lokasi dan *menyegel alat berat tersebut* sebagai simbol penolakan.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah jeritan kolektif, suara dari akar rumput yang merasa ruang hidupnya terancam hilang.
Lapangan sepak bola Desa Padasuka yang menjadi titik rencana pembangunan bukanlah sekadar tanah kosong. Ia adalah *urat nadi kehidupan sosial masyarakat*. Dari tawa anak-anak TK yang berlarian, peluh pelajar SD hingga SMA yang berolahraga, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan yang menyatukan warga — semua terpatri di tanah itu.
Ketua Aliansi Pemuda Desa Padasuka, Saudara Anggi, dengan suara tegas dan penuh emosi menyampaikan sikap mereka:
> “Kami tegaskan, kami *bukan menolak pembangunan*. Kami mendukung kemajuan desa. Tapi jangan korbankan satu-satunya lapangan yang sudah digunakan turun-temurun oleh masyarakat. Ini bukan sekadar tanah, ini bagian dari sejarah dan kehidupan kami. Kami mohon pemerintah untuk mencari *lahan alternatif lain*.”
Lebih lanjut, Anggi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Upaya konstitusional telah ditempuh.
> “Kami sudah mengirimkan surat kepada DPRD Kabupaten Lebak. Kami meminta audiensi agar suara kami didengar, agar ada keadilan bagi masyarakat Padasuka.”
Aksi penyegelan alat berat ini menjadi simbol bahwa pemuda tidak lagi diam. Mereka berdiri, menjaga, dan mempertahankan apa yang menjadi hak bersama.
Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Apakah suara pemuda desa akan didengar? Ataukah pembangunan akan tetap dipaksakan di atas ruang hidup masyarakat?
Yang jelas, hari ini Padasuka telah menunjukkan satu hal:
*bahwa ketika ruang hidup terancam, pemuda akan berdiri di garis depan — bukan untuk melawan pembangunan, tetapi untuk meluruskan arah keadilan.*

Posting Komentar